Adnan Buka Entry Meeting Pemkot Bersama BPK RI Perwakilan Sulut

Sekda saat membuka kegiatan

Kotamobagu— Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kotamobagu  Adnan Massinae, S,Sos., M.Si., menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Entry Meeting bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulut, Selasa (10/4).

Kegiatan yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota ini dihadiri seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekretaris, kepala bidang, PPK, PPTK, bendahara, PPHP serta pengurus barang di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Adnan melalui sambutannya mengatakan pemeriksaan laporan keuangan pemerintah tahun sebelumnya tentunya harus dijadikan bahan evaluasi, mengingat setiap  laporan keuangan tentu ada progres yang harus terus diperbaiki. “Mari kita siapkan segala sesuatu dan memberikan yang terbaik, yang pertama dan utama tentunya respons kita terhadap permintaan data, kemudian perbaiki seluruh materi data  dan selanjutnya secepatnya mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan data yang ada,” ucapnya.

Melalui kesempatan ini, kepada tim BPK RI perwakilan Sulut, Adnan pun meminta saran sekaligus masukan atas hal yang menjadi dasar untuk memperbaiki segala persiapan pemeriksaan, agar proses audit selama 40 hari ke depan bisa berjalan dengan lancar.

”Tentu sudah ada materi pemeriksaan sebelumnya yang telah dilaksanakan 40 hari  selama pra audit. Ini menjadi dasar pemasukan laporan keuangan kami untuk dilakukan proses audit rinci. Saya yakin dan percaya tentu penyajian laporan ini belum sempurna dan masih banyak kekurangan, olehnya kami minta saran dan masukan untuk perbaikan,” ucap Adnan.

Ketua Tim BPK Perwakilan Sulut saat menyampaikan sambutan

Tutus Sulfani Sulaiman, selaku Ketua Tim Audit BPK RI Perwakilan Sulut, menyampaikan pemeriksaan yang dilakukan pihaknya kali ini merupakan rangkaian terakhir dari dua proses pemeriksaan yang sudah dilakukan sebelumnya, yakni pemeriksaan Interim tahap I dan II. “Kami akan melakukan pemeriksaan selama 40 hari ke depan, dan pemeriksaan ini adalah rangkaian terakhir dari tiga tahap pemeriksaan. Interim pertama sudah dilakukan sekitar bulan Oktober hingga Desember 2017, dilanjutkan interim  tahap dua dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2018, dan yang terakhir ini adalah audit rinci. Jadi, ini adalah pemeriksaan terakhir,” ungkapnya.

Lebih lanjut Tutus mengungkapkan dalam pemeriksaan rinci ini berbeda dengan pemeriksaan pada tahap I dan II yang sudah dilakukan sebelumnya. “Berbeda degan pemeriksaan interim I dan ke II, pemeriksaan rinci kali ini bertujuan untuk  memberikan keyakinan yang memadai atas laporan keuangan yang sudah kami terima, apakah telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, dan apakah laporan keuangan tersebut sudah sesuai dengan prinsip akutansi yang berlaku umum,” jelasnya.

Olehnya, Ia pun berharap agar saat permintaan dokumen maupun keterangan agar segera dan secara menyeluruh. “Olehnya diharapkan kepada seluruh OPD pada saat permintaan keterangan maupun dokumen agar secepatnya dan secara menyeluruh. Jadi, tidak parsial karena ini adalah salah satu poin yang kami nilai,” pungkasnya. (Admin_DiskominfoKK)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.