Buntut Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemkot Tinjau SPPBE Kotamobagu

Tampak wali kota berbincang dengan salah satu karywan SPPBE Mongkonai

Kotamobagu—Kelangkaan Liquified Petroleum Gas (LPG) khususnya ukuran tabung 3 kg di Kotamobagu, mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Kotamobagu. Rabu (16/5), Penjabat Wali Kota Muhammad Rudi Mokoginta, S.E., M.T.P., didampingi sejumlah instansi terkait melakukan peninjauan ke Stasiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Jalan AKD Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.

“Kelangkaan tabung LPG 3 kg yang terjadi sudah meresahkan masyarakat. Olehnya hari ini kita turun langsung ke stasiun pengisian untuk melakukan pengecekan guna memastikan penyebab terjadinya kelangkaan,” ujar wali kota.

Dari hasil kunjungan yang dilakukan, kelangkaan diduga karena adanya peningkatan pemakaian LPG, hingga terjadi aksi borong atau pembelian secara berlebihan oleh konsumen  dalam hal ini masyarakat.

“Kelangkaan terjadi akibat adanya aksi borong LPG 3 kg di tingkatan konsumen rumah tangga. Olehnya saya menghimbau agar masyarakat tidak perlu membeli dalam jumlah banyak, agar masyarakat lain juga bisa mendapatkan LPG,” kata wali kota.

mengatasi hal ini Pemkot akan mengeluarkan kebijakan dengan menambah kuota LPG sebesar 20 persen untuk wilayah Kotamobagu, ”Hari ini saya akan langsung menyurat ke pihak Pertamina, untuk penambahan kuota LPG di Kotamobagu,” pungkasnya.

Sementara itu, Andi Rizal selaku kepala Operasional SPPBE Kotamobagu mengaku siap jika ada instruksi penambahan kuota. ” Pendistribusian LPG sudah sesuai dengan instruksi Pertamina, Namun jika ada permintaaan penambahan Kuota LPG, SPPBE siap menambah kuota yang ada,” ungkapnya. (Admin_DiskominfoKK)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.