Penerapan KTR di Kotamobagu, Tim Kemenkes RI Observasi 4 Instansi Dan 15 Sekolah

Tim Saat melakukan pemantauan di salah satu sekolah di kotamobagu

Kotamobagu—Tim Lintas Program Direktorat Promkes Kementerian Kesehatan RI bersama PTM, BTKL, dan Dinas Kesehatan Propinsi Sulut ,Selasa (11/4) siang, melakukan observasi penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dilaksanakan di 3 kabupaten/kota Se- Sulawesi Utara, termasuk Kota Kotamobagu.

Ditemui disela-sela kunjungan di SMP Negeri 1 Kotamobagu, Ira Octaviana  selaku staf  Dirjen Kesmas Kementerian Kesehatan RI, mengatakan tujuan pelaksanaan observasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah untuk mereview sudah sejauh mana progres implementasi KTR di wilayah Kotamobagu, terutama di 19 titik sampel yang akan dikunjungi oleh tim, diantaranya 4 SKPD lingkup Pemkot  Kotamobagu, dan 15 Sekolah yang terbagi atas SD, SMP, dan SMU.

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Ibu Walikota Tatong Bara sudah berkomitmen ingin menerapkan KTR di Kotamobagu, jadi kami ingin melihat sudah sejauh mana progresnya di 19 titik yang akan kita kunjungi selama 2 hari ini,” ujar Ira, seraya menambahkan pemilihan 19 titik ini dilakukan secara random, bekerjasama dengan Badan Litbang Kementerian Kesehatan dan FKM Universitas Indonesia.

Tim melihat langsung kondisi didalam ruang UKS di salah satu sekolah yang dinilai

Lebih lanjut dijelaskan, hasil observasi yang dilakukan rencananya akan disampaikan kepada Pemkot Kotamobagu untuk dijadikan bahan evaluasi tingkat kabupaten/kota, kemudian dievaluasi sampai ke tingkat provinsi dan pusat, sehingga nanti strategi yang akan disusun kaitannya juga dalam mendukung RPJMN pusat, dimana persyaratannya harus 50% kabupaten/kota yang menerapkan KTR, diharapkan salah satu kontribusinya dari Kotamobagu.

Ditanya soal langkah yang akan diambil terkait hasil observasi yang diperoleh, Ira menjelaskan hasil evaluasi akan dirumuskan dengan membentuk Tim Review yang rutin akan datang berkunjung ke instansi dan sekolah, sehingga nanti penerapannya akan lebih maksimal.

“Dari beberapa lokasi yang kami kunjungi, dukungan penerapan biasanya gagal dari pihak luar, misalnya tamu yang kebetulan berkunjung, dan bukan dari warga sekolah atau internal SKPD. Untuk itu, diharapkan dengan adanya kunjungan rutin seperti ini, nantinya lebih banyak lagi masyarakat yang tahu bahwa kota ini adalah kota yang bebas asap rokok,” pungkasnya. (Admin-DiskominfoKK)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.