Tekan Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Wali Kota Minta P2PA Kotamobagu Gencar Lakukan Sosialisasi

Pjs wali kota saat menyampaikan sambutan

Kotamobagu—Untuk menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Kotamobagu yang mencapai 11 kasus selang tahun 2017 lalu, Penjabat Wali Kota Kotamobagu Muhammad Rudi Mokoginta, S.E., M.T.P., menginstruksikan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kotamobagu, untuk lebih gencar lagi melakukan sosialisasi terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh wilayah Kotamobagu.

Hal ini disampaikannya di sela-sela Uji Publik Penyempurnaan Perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2014, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perdagangan Manusia (Trafficking) terutama Perempuan dan Anak, Kamis (15/3) di Aula Rudis Walikota Kotamobagu.

“Untuk menurunkan angka kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi pada tahun 2017 saya minta kepada Dinas P2PA Kotamobagu untuk intens melaksanakan sosialisasi, agar nantinya 11 kasus yang terjadi  tahun 2017  lalu bisa berkurang, minimal setengahnya, dan ini harus dibarengi dengan kerja keras,” ujarnya.

Menurut Rudi, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih banyak terjadi di sekitar kita dan menimbulkan dampak yang sangat fatal, karena meninggalkan trauma bagi anak maupun perempuan yang menjadi korban.

“Selaku pribadi yang juga seorang Bapak, saya kembali mengingatkan terutama bagi kaum laki-laki agar jangan sampai melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” imbaunya. (Admin_DiskominfoKK)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.