Uji Sampel Bahan Makanan Berbahaya, BPOM Manado: Pasar 23 Maret Kotamobagu Tersehat se-Sulut

Petugas BPOM Manado saat melakukan pemeriksaan

Kotamobagu—Dinas Perdangangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah (Disdagkop dan UKM) Kota Kotamobagu, bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manado, melakukan pengujian bahan makanan berbahaya yang dijual bebas dipasaran, Kamis (28/09) pagi, di Kompleks Pasar 23 Maret Kotamobagu.

Kepala Dinas Disdagkop dan UKM Kota Kotamobagu, Herman J. Aray, S.IP, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan rutin setiap 3 bulan sekali.

“Kegiatan ini untuk pengambilan bahan sampel bahan berbahaya yang mengandung bahan-bahan terlarang seperti boraks, formalin, rodamin B dan metanin yellow,” kata Aray

Salah satu petugas pemeriksa bahan makanan dari Disdagkop dan UKM Kotamobagu, Ruslandi Mongilong, S.E, yang turun bersama-sama menyampaikan, bahan makanan yang diperiksa merupakan bahan makanan yang rata-rata menjadi konsumsi harian masyarakat.

“Yang kita periksa hari ini diantaranya mie kering, mie basah, tahu, bakso, ikan asin, ikan teri, dan ikan asap. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan terhadap jajanan masyarakat seperti kue-kue yang mengandung pewarna, dan Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan semuanya negatif atau tidak mengandung bahan berbahaya,” jelas Landi.

Petugas dari Disdagkop dan UKM Kotamobagu saat melakukan pemeriksaan bahan makanan

Ia menambahkan hasil pemeriksaan yang dilakukan hari ini, juga menjadi sebuah pembanding bagi BPOM Manado terhadap pasar-pasar tradisional se-Sulawesi Utara.

“Tadi dari BPOM Manado langsung menyimpulkan bahwa Pasar Tradisional 23 Maret Kotamobagu, menjadi pasar percontohan Se-sulut, karena menjadi pasar sehat dan aman dari bahan berbahaya,” tambah Landi. (Admin_DiskominfoKK)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.