Warga Sambut Positif Pengembangan Desa Wisata Kobo Kecil

Kadisbudpar Kotamobagu, Moch. Agung Adati, S.T, M.Si, saat melakukan sosialisasi

Kotamobagu–Rencana pengembagan Desa Kobo Kecil sebagai desa wisata di wilayah Kota Kotamobagu, mendapat respon positif dari warga Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Bahkan sejumlah tokoh masyarakat ikut mendorong agar program ini segera diimplementasikan. Seperti diungkap mantan Sangadi Kobo Kecil, Hi. Ahadin Paputungan, yang meminta agar masyarakat harus segera merespon niat baik ini.

“Masyarakat Kobo Kecil harus menyambut baik rencana Pemerintah Kotamobagu ini, karena akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi serta penciptaan lapangan pekerjaan,” ungkap Paputungan.

Tampak antusias masyarakat kobo kecil mengikuti kegiatan

Hal senada disampaikan Hi. Rais Akasi, SE,  pegawai salah satu BUMN terkemuka di Kotamobagu, yang mengapresiasi penetapan Desa Kobo Kecil sebagai desa wisata.

“Ini adalah penghargaan bagi masyarakat Kobo Kecil, sehingga kita harus mendukung dan mensukseskan program desa wisata ini,” ujar Akasi.

Sementara itu, Kepala Desa Kobo Kecil, Refli Ginintu, SE menjelaskan berdasarkan hasil musyawarah di tingkat desa, telah disepakati untuk pembebasan lahan di lokasi air terjun mobalang akan dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD).

“Ada tiga tempat yang akan dibebaskan, yaitu lokasi resting area, lokasi parkir dan lahan di sekitar area wisata. Selain itu akhir tahun ini akan dilakukan renovasi jembatan gantung yang menjadi akses
menuju lokasi air terjun,” terang Refli, sembari meminta warga pemilik lahan tidak mempersulit proses pembebasan lahan nantinya. “Ini untuk kepentingan seluruh masyarakat,” ucapnya.

Suasana pertemuan yang dilaksanakan di balai desa kobo kecil

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Kotamobagu, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), berencana akan mengembangkan Desa Kobo Kecil, sebagai desa wisata di Kotamobagu.

“Konsep pengembangannya berbasis pemberdayaan masyarakat (Community Based Tourism). Konsep ini sangat tepat diterapkan karena melibatkan peran serta masyarakat dalam proses perencanaan hingga pengelolaan Desa Wisata,” kata Moch. Agung Adati, ST, M.Si, Kepala Disbudpar Kotamobagu.

Agung mengatakan dengan konsep pengembangan model ini, masyarakat diharapkan mampu menganalisis kondisi wilayahnya dan mencari solusi berdasarkan kemampuan dan keterbatasan yang dimiliki.

Suasana pertemuan di balai desa kobo kecil

“Masyarakat diharapkan mampu menstimulasi pola pengembangan usahanya sendiri dengan segala kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, serta mengembangkan sistem untuk mengakses berbagai sumber daya yang diperlukan” ujarnya.

Ia juga berharap untuk mendukung program desa wisata ini, warga desa bisa memulai dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Kelompok Sanggar Seni.

“Keberadaan kelompok-kelompok ini menjadi bagian penting dalam pengembangan dan pengelolaan desa wisata,” ungkapnya. (Admin-DiskominfoKK)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.